Pengertian Orbit Pada Benda langit

Orbit adalah jalan benda langit berikut ketika bergerak di bawah kendali gravitasi orang lain. Efek gravitasi ini jelas di seluruh alam semesta: planet orbit satelit, planet-planet mengorbit bintang, bintang mengorbit inti galaksi, dan galaksi berputar di cluster.

Tanpa gravitasi, benda-benda langit akan meluncur cepat ke segala arah. Gravitasi menarik benda-benda ke dalam lingkaran dan elips (oval berbentuk) orbit. Memang, gravitasi bertanggung jawab atas penggumpalan bersama-sama dari debu dan gas tak lama setelah awal alam semesta, yang menyebabkan pembentukan bintang dan galaksi.

Hukum Kepler dan gerak planet

Sejak zaman kuno, para astronom telah mencoba untuk memahami pola di mana planet perjalanan di seluruh tata surya dan kekuatan yang mendorong mereka. Salah satu astronom tersebut adalah Jerman Johannes Kepler (1571-1630). Pada 1595, ia menemukan bahwa planet-planet terbentuk elips di ruang angkasa. Pada 1609, ia menerbitkan dua nya hukum pertama gerakan planet. Hukum pertama menyatakan bahwa planet mengelilingi Matahari pada jalur elips. Hukum kedua menyatakan bahwa planet bergerak lebih cepat pada orbitnya ketika itu lebih dekat dengan Matahari dan lebih lambat bila jauh. Sepuluh tahun kemudian, Kepler menambahkan hukum ketiga gerak planet.

Hukum ini memungkinkan untuk menghitung planet jarak relatif dari Matahari mengetahui periodenya revolusi. Secara khusus, hukum menyatakan bahwa kubus rata jarak planet dari Matahari adalah sama dengan kuadrat dari waktu yang dibutuhkan planet yang untuk menyelesaikan orbitnya. Para ilmuwan sekarang tahu bahwa hukum planet Kepler juga menggambarkan gerak bintang, bulan, dan satelit buatan manusia.

Hukum Newton

Lebih dari 60 tahun setelah Kepler menerbitkan hukum ketiganya, fisikawan Inggris Isaac Newton (1642-1727) mengembangkan tiga hukum gerak dan hukum gravitasi universal.

Newton adalah orang pertama yang menerapkan gagasan gravitasi untuk mengorbit tubuh dalam ruang. Dia menjelaskan bahwa gravitasi adalah kekuatan yang membuat planet tetap berada di orbit mereka bukan jatuh jauh dalam garis lurus. Gerakan planet adalah hasil dari gerakan sepanjang garis lurus dikombinasikan dengan tarikan gravitasi Matahari

Newton menemukan tiga hukum gerak, yang menjelaskan interaksi antara objek. Yang pertama adalah bahwa sebuah benda yang bergerak cenderung tetap bergerak dan tubuh beristirahat cenderung tetap diam kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan luar.

Loading...

Negara kedua yang setiap perubahan dalam percepatan suatu benda sebanding dengan, dan dalam arah yang sama, gaya yang bekerja pada itu. (Berarti Proporsional sesuai, atau memiliki rasio yang sama.)

Selain itu, efek dari kekuatan yang akan berbanding terbalik (berlawanan) dengan massa benda; yaitu, bila dipengaruhi oleh gaya yang sama, benda yang lebih berat akan bergerak lebih lambat dari benda ringan. Hukum ketiga Newton menyatakan bahwa untuk setiap tindakan ada reaksi yang sama dan berlawanan.

Newton menggunakan hukum ini untuk mengembangkan hukum gravitasi universal. Hukum ini menyatakan bahwa gaya gravitasi antara dua benda tergantung pada massa masing-masing objek dan jarak antara mereka. Semakin besar massa masing-masing benda, semakin kuat tarik, tapi semakin besar jarak antara mereka, yang lemah tarik. Kekuatan gaya gravitasi, pada gilirannya, secara langsung mempengaruhi kecepatan dan bentuk orbit obyek. Sebagai kekuatan meningkat, begitu juga kecepatan orbital dan ketatnya orbit.

Newton juga menambahkan teori orbit elips Kepler. Newton menemukan bahwa orbit benda terjadi di sekitar Matahari bisa berbentuk lingkaran, elips, parabola, atau hiperbola. Sebagai hasil dari karyanya, orbit planet-planet dan satelit mereka dapat dihitung sangat tepat. Para ilmuwan menggunakan hukum Newton untuk memprediksi peristiwa astronomi baru. Komet dan planet akhirnya diprediksi dan ditemukan melalui mekanik-the Newtonian atau langit studi ilmiah pengaruh gravitasi pada gerakan benda langit.

Einstein merevisi hukum Newton

Pada awal 1900-an, fisikawan Amerika kelahiran Jerman Albert Einstein (1879-1955) disajikan penjelasan revolusioner untuk bagaimana gravitasi bekerja. Sedangkan Newton melihat ruang sebagai datar dan waktu sebagai konstan (maju pada tingkat-tidak konstan memperlambat atau mempercepat), Einstein digambarkan sebagai ruang melengkung dan waktu sebagai relatif (dapat memperlambat atau mempercepat).

Menurut Einstein, gravitasi sebenarnya kelengkungan ruang di sekitar massa suatu benda. Sebagai objek yang lebih ringan (seperti planet) mendekati benda berat (seperti Matahari) di ruang angkasa, obyek ringan mengikuti garis ruang melengkung, yang menarik itu dekat objek lebih berat. Untuk memahami konsep ini, bayangkan ruang sebagai selembar membentang besar.

Jika Anda adalah untuk menempatkan bola berat besar pada lembar, itu akan menyebabkan lembar melorot. Sekarang bayangkan marmer bergulir ke arah bola. Daripada bepergian dalam garis lurus, marmer akan mengikuti kurva dalam lembar disebabkan oleh depresi bola.

Ide Einstein tidak membuktikan Newton salah. Einstein hanya menunjukkan bahwa mekanika Newton bekerja lebih akurat ketika gravitasi lemah. Dekat bintang dan lubang hitam (titik tunggal massa tak terbatas dan gravitasi yang merupakan sisa-sisa dari bintang-bintang besar), di mana ada medan gravitasi kuat, hanya teori Einstein memegang. Namun, untuk sebagian besar tujuan praktis, hukum Newton terus menggambarkan gerakan planet dengan baik.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *