Ciri Umum Porifera

Porifera merupakan bentuk paling sederhana dari hewan multisel. Porifera sangat beragam dan ada dalam berbagai ukuran, warna, bentuk dan kompleksitas struktural. Dan berikut ini merupakan paparan berkaitan dengan ciri umum dari porifera, untuk lebih jelasnya langsung saja simak paparan berikut ini!

Porifera (Latin:”berpori”) atau Spons adalah organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya. Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang tak terspesialisasi (tdk memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil. Spons tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, sebagian besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Ciri dari hewan porifera diantaranya sebagai berikut:

  1. Hewan jenis ini  yang bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana atau juga primitif
  2. Sebagian besar hidup di laut yang dangkal pada kedalaman sekitar 3,5 meter
  3. Bentuk tubuh porifera tersebut menyerupai vas bunga atau juga piala serta melekat didasar perairan
  4. Tubuhnya terdiri dari 2 lapisan sel (diploblastik) dengan lapisan luarnya (epidermis) yang tersusun dari sel-sel yang mempunyai bentuk pipih, disebut dengan pinakosit.
  5. Pada epidermis terdapat porus atau lubang kecil yang disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel)
  6. Lapisan ddialamnya tersusun atas sel-sel yang berleher serta berflagel yang disebut koanosit yang berfungsi untuk dapat mencernakan makanan
  7. Di dalam mesoglea juga terdapat beberapa jenis sel, yakni sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit.
  8. Di antara epidermis serta koanosit mempunyai lapisan tengah yang berupa suatu bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkin
  9. Sel amubosit atau juga amuboid yang berfungsi untuk dapat mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblasnya tersebut berfungsi dengan membentuk duri (spikula) atau juga spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau juga silikat
  10. Spongin tersusun atas serabut-serabut spongin yang lunak berongga yang membentuk seperti spon.
  11. Sel arkheosit tersebut berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak serta juga regenerasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *