Contoh Protozoa

Kelompok organisme yang dikenal sebagai ‘protozoa’ didefinisikan oleh beberapa karakteristiknya. Protozoa adalah non-phototrophic, uniseluler, mikroorganisme eukariotik tanpa dinding sel. Kelompok ini beragam lebih dari 65.000 spesies umumnya berbagi atribut-atribut dasar. Melihat lebih dalam, kelompok ini bisa sangat kompleks dan bervariasi. Bahkan, protozoa sering digambarkan sebagai puncak dari kompleksitas uniseluler.

Protozoa dapat dijumpai di parit, sawah, sungai, bendungan, air laut, bahkan ada yang hidup dalam makhluk hidup lain. Protozoa berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dengan membelah diri atau membentuk spora, dan secara seksual dengan konjugasi.

Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi empat filum yaitu sebagai berikut:

1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)

Ciri-ciri Rhizopoda sebagai berikut:

  • Tidak memiliki bentuk yang tetap.
  • Bergerak dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki semunya untuk berpindah tempat.
  • Ada yang hidup bebas di alam dan ada yang parasit.
  • Makanannya berupa bakteri atau bahan organik lain.
  • Berkembang biak dengan membelah diri.

Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba sp., Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria yang bermanfaat sebagai alat penggosok.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/radiolaria2.jpeg?w=690

Radiolaria

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/cangkang-foraminifera2.jpeg?w=690

Cangkang Foraminifera

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/images92.jpeg?w=690

Amoeba sp.

2. Filum Fagellata (Mastigophora)

Filum Flagellata memiliki ciri khas yaitu memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip cambuk yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk ke arah yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.

Contoh Flagellata adalah Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit dalam darah manusia dan vertebrata lainnya, berkembang biak dengan membelah diri, dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/trypanosoma-brucei1.jpeg?w=690

Trypanosoma Brucei

3. Filum Ciliata (Cilliophora)

Ciliata bergerak dengan bulu getar (silia) yang selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan seperti gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk mengambil makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan membelah diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.

Contoh Ciliata adalah Paramaecium sp. Paramaecium disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal.terdapat mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan makanan masuk ke mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut sel lalu masuk ke kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar dalam sel sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat menepi ke membran sel.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/paramecium1.jpeg?w=690

Paramaecium

Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/vorticella1.jpeg?w=690

Vorticella

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/stentor1.jpeg?w=690

Stentor

4. Filum Sporozoa

Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai parasit pada tubuh hewan maupun manusia. Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/plasmodium1.jpg?w=235&h=300

One thought on “Contoh Protozoa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *