Ciri Bioma Tundra

Tundra merupakan bioma terdingin dari semua bioma. Tundra berasal dari kata tunturi Finlandia, yang berarti polos tanpa pohon. Hal ini terkenal karena bentang alam yang beku dan suhu sangat rendah, sedikit curah hujan, nutrisi yang buruk, dan musim tumbuh pendek. Bahan organik mati berfungsi sebagai kolam renang nutrisi. Dua nutrisi utama adalah nitrogen dan fosfor.

Nitrogen dibuat oleh fiksasi biologis, dan fosfor dibuat oleh curah hujan. Bioma tundra dapat ditemukan di daerah lingkar kutub utara dan selatan. Tidak terdapat pepohonan yang dapat tumbuh di bioma ini, selain tumbuhan kecil sejenis rumput dan lumut. Di kutub utara, bioma ini terletak di sekitar lingkar Artik, Greenland.

Sedangkan, di kutub selatan, hutan jenis ini dapat ditemukan di daerah Antartika dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Berdasarkan pembagian iklim, bioma tundra terdapat di daerah beriklim es abadi (EF) dan iklim Tundra (ET).

  1. Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
  2. Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
  3. Fauna yang terdapat di wilayah ini memiliki bulu dan lapisan lemak yang tebal untuk tetap membuat tubuhnya hangat
  4. Rata-rata curah hujan tahunan di Tundra biasanya kurang dari 15 inci
  5. Rata-rata suhu musim dingin -34 °c-60 ° C tapi musim panas rata-rata suhu 3-12 ° C, sehingga pepohonan sangat sulit untuk tumbuh.
  6. Usia tumbuh tanaman sangat pendek, berkisar antara 30 – 120 hari (1 – 4 bulan).
  7. Jenis-jenis vegetasi yang dapat hidup di bioma tundra misalnya lumut kerak, rumput teki, tumbuhan terna, dan semak-semak pendek.
  • Pada daerah yang berawa jenis vegetasi yang ada misalnya rumput teki, rumput kapas dan gundukan gambut (hillock tundra).
  • Di cekungan yang basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.
  • Di tempat yang agak kering ditumbuhi lumut, teki-tekian, ericeceae, dan beberapa tumbuhan yang berdaun agak lebar.
  • Di lereng-lereng batu terdapat kerak, lumut dan alga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *