Perbedaan antara Logam dan Nonlogam

Logam merupakan zat padat yang baik untuk penghantar panas atau listrik serta mudah dibentuk dan elastis. Sementara non logam itu bisa berupa padat, cair, atau gas dan tidak baik digunakan untuk penghantar panas dan listrik. Dan untuk lebih jelasnya lagi berkaitan dengan perbedaan antara logam dan nonlogam, silahkan simak paparan berikut ini semoga bermanfaat!

Logam

Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation). Logam adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam.

Pengelompokan dikemukakan oleh Lavoisier, namun masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.

Dalam tabel periodik, garis diagonal yang membedakan unsur logam dari nonlogam. Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadangkala disebut semi-logam. Unsur-unsur yang termasuk metaloid adalah Boron (B), Silikon (Si), Germanium (Ge), Arsen (As), Antimon (Sb), Telurium (Te), Polonium (Po).
Logam sendiri terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  1. Alkali : Lithium (Li), Natrium (Na), Potassium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), Francium (Fr).
  2. Logam Alkali Tanah : Beryllium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Strontium (Sr), Barium (Ba), Radium (Ra).
  3. Logam Transisi :  Lantanida dan Aktinida.
  4. Logam Lainnya : Aluminium (Al), Gallium (Ga), Indium (In), Thallium (Tl), Ununtrium (Uut), Tin (Sn), Lead (Pb), Ununquadium (Uuq), Bismuth (Bi), Ununpentium (Uup), Ununhexium (Uuh).

Beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, timah, perak, titanium, uranium, dan zink.

Sifat-sifat unsur logam

Sifat unsur logam antara lain:

  • pada umumnya mengilat;
  • penghantar listrik yang baik;
  • penghantar panas yang baik;
  • dapat ditempa menjadi lempengan atau lembaran;
  • dapat direntang atau ditarik menjadi kawat;
  • pada umumnya berwujud padat kecuali raksa (merkuri).

Nonlogam

Nonlogam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Unsur-unsur yang termasuk dalam nonlogam adalah:

  1. Halogen : Fluorine (F), Chlorine (Cl), Bromine (Br), Iodine (I), Astatine (At), Ununseptium (Uus).
  2. Gas mulia : Helium (H), Neon (Ne), Argon (Ar), Krypton (Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn), Ununoctium (Uuo).
  3. Nonlogam lainnya : Hidrogen (H), Carbon (C), Nitrogen (N), Phosphorus (F), Oxygen (O), Sulfur (B), Selenium (Se).

Sebagian besar nonlogam ditemukan pada bagian atas tabel periodik, kecuali hidrogen yang terletak pada bagian kiri atas bersama logam alkali. Walaupun hanya terdiri dari 20 unsur, dibandingkan dengan lebih dari 80 lebih jenis logam, nonlogam merupakan penyusun sebagian besar isi bumi, terutama lapisan luarnya.
Pada tabel periodik, unsur-unsur di daerah perbatasan antara logam dan nonlogam mempunyai sifat ganda. Misalnya unsur Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur nonlogam yang memilki beberapa sifat logam yang disebut unsur metaloid.

Sifat-sifat unsur non logam

Adapun sifat-sifat unsur non logam antara lain:

  • pada suhu kamar ada yang berwujud padat, cair, dan gas;
  • pada umumnya tidak mengilat kecuali karbon dalam bentuk intan;
  • penghantar listrik yang buruk kecuali karbon dalam bentuk grafit;
  • penghantar panas yang buruk;
  • tidak dapat ditempa atau digembleng;
  • tidak dapat direntang atau ditarik.

Perbedaan Logam dan Nonlogam

  • Logam umumnya hadir dalam bentuk padat pada suhu ruang kecuali merkuri yang cair pada suhu ruang. Sedangkan non-logam mungkin padat, cair dan gas pada suhu ruang.
  • Logam adalah konduktor panas dan listrik yang baik sedangkan non-logam merupakan konduktor panas dan listrik yang buruk.
  • Logam yang elastis di alam yaitu dapat dirubah bentuk atau ditempa sementara non logam tidak elastis.
  • Logam berkilau sedangkan nonlogam kusam.
  • Logam mengandung 1 sampai 3 elektron di kulit terluarnya, sedangkan nonlogam mengandung 4 sampai 8 elektron di kulit terluarnya.
  • Logam kehilangan elektron untuk membentuk ion elektropositif sedangkan non-logam menerima elektron untuk membentuk ion elektronegatif.
  • Logam memiliki ionisasi entalpi rendah dan non logam memiliki ionisasi entalpi tinggi.
  • Logam bereaksi dengan oksigen membentuk oksida dasar sedangkan non-logam biasanya bereaksi dengan oksigen membentuk oksida asam.
  • Logam pereduksi yang baik karena kehilangan elektron dengan mudah dari kulit pada kelambu sedangkan nonlogam adalah pengoksidasi baik karena menerima elektron di kulit terluar.
  • Logam bisa menimbulkan bunyi yang nyaring sedangkan non logam tidak.

One thought on “Perbedaan antara Logam dan Nonlogam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *