Pengertian Hukum Kekekalan Energi

Dalam ilmu fisika, hukum kekekalan energi menyatakan bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah, ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Contohnya, energi kimia dapat diubah menjadi energi kinetik dalam ledakan dinamit. Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi:

Advertisement

“Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan (konversi energi)”. Ketika sebuah sistem terisolasi kondisi maka sifat mekaniknya tidak berubah maka di konstan negara gerak. jumlah ini disebut jumlah kekal seperti momentum dan energi adalah salah satu dari mereka. Hukum konservasi merupakan hukum dasar mekanika yang terutama untuk suatu sistem yang terisolasi.

Ada banyak contoh dalam kehidupan kita sehari-hari kekekalan energi. Energi yang diubah menjadi berbagai bentuk tetapi konstan untuk sistem tertentu. Ketika sistem mengalami beberapa perubahan maka energi dari sistem tetap konstan. Ini hanya diubah menjadi bentuk lain energi.

Beberapa contoh konservasi energi melibatkan produksi listrik dari air. Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik ketika jatuh dari langit. energi kinetik air ini digunakan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan rotasi turbin. Dengan demikian dalam proses ini, hanya bentuk energi berubah tetapi total energi konstan. Mari kita bahas mengapa konservasi berlangsung dan mengapa hanya ada transformasi energi dari satu ke bentuk lain dan bagaimana proses ini hasil.

Sebelum memahami apa yang kekekalan energi? Marilah kita tahu apa Energy?
Energi pada dasarnya didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan beberapa tindakan atau pekerjaan. Hal ini diukur dengan unit yang sama sebagai pekerjaan, Joule. Hal ini dapat dalam berbagai bentuk dan energi dalam satu bentuk dapat diubah menjadi energi dalam bentuk lain.

Sebagai contoh:

Energi listrik yang tersedia dalam oven listrik diubah menjadi energi panas yang masuk ke objek dalam oven.

Demikian pula potensi energi air yang disimpan dalam sebuah bendungan diubah menjadi energi kinetik dengan alirannya yang diubah sebagai energi rotasi dari turbin yang akhirnya membantu untuk menghasilkan energi listrik.

Dengan demikian kita menemukan bahwa energi tidak hancur pada setiap tahap dan energi tidak diciptakan pada setiap tahap. Ini hanya perubahan bentuk pada tahapan yang berbeda. Ini mengarah pada kesimpulan bahwa dalam seluruh sistem jumlah total energi tetap sama tetapi hanya transformasi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *