Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya

Selain inti, sel-sel eukariotik mungkin berisi beberapa jenis organel- organel lainnya, seperti mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, aparatus Golgi, dan lisosom. Masing-masing organel tersebut melakukan fungsi penting tertentu untuk kelangsungan hidup sel. Dan berikut ini merupakan ulasan tentang struktur dan fungsi dari sel eukariotik semoga bermanfaat!

Advertisement

Eukariota dapat didefinisikan sebagai kelompok organisme yang memiliki membran terikat inti bersama dengan organel membran terikat. Eukariota meliputi organisme uniseluler dan multiseluler. Organisme, dengan jenis sel ini dikenal dengan organisme eukariotik jangka (atau) eukariota. Dan berikut ini merupakan papran dari struktur eukariotik berserta fungsinya masing-masing.

a. Membran Sel

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak.

Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Picture

Picture

b. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan kental yang berada antara membran sel tahanan internal yang semua sel sub-struktur (disebut organel), kecuali untuk inti. Semua isi dari sel-sel organisme prokariota (yang tidak memiliki inti sel) yang terkandung dalam sitoplasma. Dalam sel-sel organisme eukariot isi dari inti sel dipisahkan dari sitoplasma, dan kemudian disebut nucleoplasm tersebut.

Pada sel eukariotik juga, sitoplasma mengandung organel, seperti mitokondria, yang diisi dengan cairan yang dipisahkan dari sisa sitoplasma oleh membran biologis. Ini adalah dalam sitoplasma bahwa kegiatan yang paling selular terjadi, seperti jalur metabolik termasuk glikolisis, dan proses seperti pembelahan sel.

Picture

c. Nukleus

Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 m. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Pada umumnya sel organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu inti. Nukleus ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm. Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.

Nukleus di batasi oleh sepasang membran. Selubung yang terbentuk itu tidak sinambung, tetapi mengandung pori – pori. Hal ini boleh jadi memugkinkan bahan – bahan berlalu – lalang dari nukleus. Di dalam nukleus membran nuklir terdapat medium setengah cairan (semifluida) yang di dalamnya kromosom tersuspensi. Biasanya kromosom itu tampak sebagai struktur memanjang dan tidak mudah diamati dengan mikroskop cahaya. Dalam keadaan seperti biasa disebut kromatin. Nukleus merupakan pusat pengendali dalam sel. Jika nukleus dalam sel rusak, maka telur itu tidak dapat melanjutkan perkembangannya menjadi individu baru. Kalau nukleus itu di keluarkan dari suatu amoeba, organisme ini hidup terus selama beberapa hari. Akan tetapi tidak dapat makan atu pun berkembang biak, dan akhirnya akan mati.

Di dalam nukleus , DNA diorganisasikan bersama dengan protein menjadi materi yang disebut kromatin. Kromatin yang di beri warna tampak melalui mikrokop cahaya maupun mikroskop electron sebagai massa kabur. Sewaktu sel bersiap untuk membelah ( bereproduksi ), kromatin kusut yang berbentuk benang aan menggulung ( memadat ), menjadi cukup tebal untuk bisa dibedakan sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom. Nukleus ini mengontrol sintesis protein dalam sitoplasma dengan cara mengirim mesenjer molecular yang berbentuk RNA, RNA mesenjer ( messenger RNA, mRNA) ini disintesis dalm nucleus sesuai dengan perintah yang diberikan oleh DNA, mRNA kemudian penyampaian pesan genetic ini ke sitoplasma melalui pori nucleus. Sewaktu berada dalam sitoplasma, molekul mRNA akan melekat pada ribosom, di sini pesan genatik tadi diterjemahkan ( ditranlasi ) menjadi struktur primer suatu protein spesifik.

Picture

d. Ribosom

Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron,letaknya di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop electron. Semua sel hidup memiliki ribosom ribosom berfungsi untuk sintesis protein,yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan,perkembang biakan atau perbaikan sel rusak.Pada sel sel aktif dalam sintesis protein,ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.

Bahan penyusun ribosom adalah protein RNA ribosomal(RNAr). Ribosom tersebar bebas di sitoplasma berguna untuk mensintesis protein yang berfungsi dalam sitoplasma. Sedang ribosom ynag melekat pada permukaan RE berfungsi untuk sintesis protein yang hasilnya masuk ke Lumen RE.

Protein dari lumen RE akan diproses di badan golgi hasilnya berupa protein untuk fungsi structural misalnya protein integral atau protein peripheral yang ditempatkan pada membrane plasma. Hasil lainnya dapat berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai enzim

Picture

e. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma merupakan organel yang memiliki membran, berbentuk jala. Terdapat tiga bentuk retikulum endoplasma, yaitu lamela, vesikula, dan tubula.

Retikulum endoplasma terdiri atas dua tipe, yakni retikulum endoplasma agranular (RE halus) dan retikulum endoplasma granular. (RE kasar). Retikulum endoplasma agranular (halus) adalah ribosom yang tidak aktif dalam sintesis protein, tetapi aktif dalam sintesis lemak. Retikulum endoplasma agranular banyak ditemukan pada sel lemak dan leukosit.

Retikulum endoplasma granular (kasar) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya dilekati oleh riboson yang terlibat dalam sintesis protein. Membran dinding retikulum endoplasma banyak mengandung enzim yang berkaitan dengan sintesis protein. Retikulum endoplasma granular juga berperan dalam transpor protein dan materi kimia lain.

Picture

f. Badan Golgi

Badan golgi merupakan kantung pipih bertumpuk yang tersusun dari ukuran besar hingga ukuran kecil dan terikat membran. Badan glogi berfungsi untuk memproses protein dan molekul lain yang akan dibawa keluar sel atau ke membran sel.

Picture

g. Lisosom

Lisosom merupakan vesikel membran berkantung yang mengandung enzim-enzim hidrolitik yang bekerja pada kondisi asam. Lisosom terbentuk dari pertunasan vesikel badan golgi.

Picture

h. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel bermembran yang bersifat aerob. Ukuran mitokondria bervariasi, bergantung pada jenis sel. Ukuran mitokondria berkisar 0,3 um-40 um.

Mitokondria memiliki dua membran yang kuat, fleksibel, dan stabil. Membran yang membatasi mitokondria tersusun atas lipoprotein. Membran bagian dalam membentuk tonjolan-tonjolan untuk emperluas permukan yang dinamakan krista mitokondria.

Mitokondria mengandung cairan atau matriks yang mengandung lemak, protein, DNA sirkuler, dan ribosom. DNA pada motokondria berfungsi mengatur sintesis protein, baik dalam sitoplasma  maupun dalam ribosom.

Jumlah mitokondria pada sel tumbuhan relatif sedikit karena fungsinya banyak dilakukan oleh plastida. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi zat makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilisasi oksidatif, dan rantai transfer elektron.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *